Ilustrasi bumi gelap

Mungkin kamu pernah melihat video viral di internet yang memperlihatkan malam lebih panjang dari siang, atau sebaliknya siang lebih panjang waktunya dari malam. Bagaimana hal itu bisa terjadi? 

Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan adanya daerah gelap di Bumi:

1. Rotasi Bumi

Bumi berputar mengelilingi sumbunya dalam siklus yang disebut “hari”. Rotasi Bumi menyebabkan daerah yang berada di sisi yang menghadap matahari mengalami siang, sementara daerah yang berada di sisi yang menjauh dari matahari mengalami malam. Setiap daerah di Bumi mengalami dua kali siklus siang-malam setiap 24 jam. Waktu siang dan malam biasanya hampir sama, kecuali di daerah yang berada di dekat kutub, di mana siang atau malam bisa berlangsung selama beberapa bulan tergantung pada musim.

2. Inklinasi Poros Bumi

Bumi memiliki inklinasi poros sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya saat mengelilingi matahari. Akibat inklinasi ini, garis khatulistiwa tidak selalu tegak lurus terhadap garis imajiner yang menghubungkan Bumi dan matahari. Ketika salah satu belahan Bumi menjauh dari matahari, terjadi perbedaan dalam durasi siang dan malam selama tahun. Fenomena ini menyebabkan terjadinya empat titik kritis dalam setahun:

a. Titik Balik Utara

Pada tanggal 21 Juni, belahan bumi utara mengalami titik balik utara atau solstis musim panas. Pada titik ini, belahan utara mengalami siang terpanjang dan malam terpendek.

b. Titik Balik Selatan

Pada tanggal 21 Desember, belahan bumi selatan mengalami titik balik selatan atau solstis musim dingin. Pada titik ini, belahan selatan mengalami siang terpendek dan malam terpanjang.

c. Perlintasan Maret

Pada tanggal 20 atau 21 Maret, seluruh Bumi mengalami perlintasan Maret atau ekuinoks musim semi. Pada titik ini, panjang siang dan malam hampir sama di seluruh Bumi.

d. Perlintasan September

Pada tanggal 22 atau 23 September, seluruh Bumi mengalami perlintasan September atau ekuinoks musim gugur. Pada titik ini, panjang siang dan malam juga hampir sama di seluruh Bumi.

3. Lintang Geografis

Lintang geografis adalah garis imajiner yang mengukur jarak dari Bumi ke utara atau selatan garis khatulistiwa. Daerah yang berada di dekat garis khatulistiwa mengalami perubahan sedikit dalam durasi siang dan malam sepanjang tahun. Semakin kita bergerak ke kutub utara atau selatan, semakin besar perbedaan antara durasi siang dan malam selama tahun.

4. Topografi dan Curah Hujan

Topografi geografis seperti pegunungan dan lembah, serta kondisi cuaca seperti awan tebal dan hujan lebat, dapat mempengaruhi pencahayaan di suatu daerah. Daerah yang berada di lembah yang dikelilingi pegunungan tinggi mungkin mengalami waktu siang yang lebih pendek karena matahari terhalang oleh puncak gunung. Awan tebal dan hujan lebat juga dapat mengurangi intensitas pencahayaan dan menyebabkan kondisi gelap.

5. Vegetasi dan Hutan

Vegetasi yang lebat dan hutan yang tebal dapat menyaring sinar matahari dan menyebabkan kurangnya cahaya yang mencapai permukaan tanah. Daerah yang ditutupi hutan lebat cenderung lebih gelap, terutama saat matahari berada di atas kanopi hutan.

6. Polusi Cahaya

Polusi cahaya adalah masalah di daerah perkotaan dan industri di mana cahaya buatan manusia dari lampu jalan, penerangan gedung, dan fasilitas lainnya menciptakan cahaya berlebih. Polusi cahaya ini menghalangi pandangan langit malam, mengurangi kemampuan untuk melihat bintang dan objek langit lainnya. Wilayah perkotaan dengan polusi cahaya yang tinggi cenderung memiliki langit malam yang lebih gelap dibandingkan daerah pedesaan yang minim polusi cahaya.

Semua faktor di atas bekerja bersama-sama dan secara kolektif menyebabkan variasi dalam intensitas pencahayaan di berbagai wilayah di Bumi, menciptakan daerah-daerah yang gelap atau dengan durasi siang-malam yang berbeda tergantung pada lokasi dan musim.