Selain itu, bagaimana cara memunculkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif selanjutnya? Sebagai manusia, perasaan nostalgia adalah hal yang selalu ingin dirasakan kembali.

Hal ini, juga diterapkan pada ide atau hal yang sudah lama hilang. Penggiat usaha akan selalu dituntut, untuk memunculkan ide-ide yang dapat membawa kesuksesan usahanya.

Meski begitu, kendala seperti lelah dan stress tentu dapat mengganggu proses berpikir. Lantas, apa upaya yang bisa dilakukan untuk mendapatkan ide?

1. Ketahui Apa Permasalahan Sekitar

Bisnis tidak hanya semata-mata memanfaatkan peluang saja, namun juga menjadi solusi dari masalah atau kebutuhan sekitar. Lalu, bagaimana cara memunculkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif seperti ini?

Seperti misalnya, pada daerah tersebut memiliki banyak pekerja kantoran yang selalu sibuk. Biasanya pekerja kantoran ingin masakan yang langsung beli dan praktis dimakan. Penggiat usaha dapat memanfaatkan kondisi tersebut, untuk membuka usaha kuliner yang praktis.

2. Jadikan Kemampuan Pribadi sebagai Potensi Bisnis

Apakah saat ini ada bakat pribadi yang bisa dikembangkan? Selagi dikembangkan, bakat tersebut juga dapat dijadikan potensi usaha yang kreatif.

Namun kembali lagi, penggiat usaha harus menyesuaikan bakat dengan pasar di Indonesia, seperti:

  • Apakah kemampuan yang dimiliki saat ini, sedang dicari-cari oleh berbagai kalangan?

  • Apakah kemampuan tersebut dapat dimonetisasikan dalam bentuk jasa, atau dalam bentuk produk?

  • Apakah kalangan-kalangan tersebut mau membayar jasa atau produk dari kemampuan yang dimiliki?

3. Lakukan Metode Brainstorming

Brainstorming memang sering dilakukan saat mencari solusi atau ide dalam memecahkan suatu masalah. Teknik ini biasanya dilakukan dalam grup, namun juga bisa dilakukan sendiri, yang terpenting adalah bagaimana brainstorming dilakukan.

Untuk melakukan brainstorming sendiri, satu-satunya metode yang bisa dilakukan adalah reverse brainstorming. Metode ini akan membuat penggiat usaha menggunakan point of view berbeda, lalu mencari idenya.

Contohnya, penggiat usaha dapat berpura-pura sebagai konsumen yang ingin membeli produk. Kira-kira apa saja yang konsumen inginkan saat ini? Hal apa yang dapat menarik konsumen untuk membelinya? Brainstorming akan memacu otak untuk berpikir.

4. Ubah Hal Lama menjadi Hal Baru

Selain itu, bagaimana cara memunculkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif selanjutnya? Sebagai manusia, perasaan nostalgia adalah hal yang selalu ingin dirasakan kembali. Hal ini, juga diterapkan pada ide atau hal yang sudah lama hilang.

Daripada hanya tinggal kenangan, mengapa tidak membangkitkannya kembali sebagai inovasi terbaru? Dalam usaha bisnis, sebenarnya ada beberapa usaha yang menjual produk dengan konsep zaman dulu untuk menarik konsumennya.

Misalnya pada makanan, ada beberapa toko yang menjual jajanan yang hits di tahun 90-an. Biasanya toko ini menyediakan makanan tersebut dalam bentuk kiloan, jadi pembeli dapat dengan bebas membelinya. Selain makanan, juga ada konsep lainnya.

5. Pikirkan Ide di Luar Kotak

Setiap penggagas ide, selalu dituntut untuk berpikir “out of the box”. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan ini? Out of the box merupakan metode berpikir di luar dari yang biasanya, sehingga dianggap sebagai berpikir diluar kotak.

Lalu bagaimana cara memunculkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif diluar kotak? Penggiat usaha dapat mengambil ide yang saat ini dipakai. Kemudian, pikirkan apa yang bisa diubah menjadi luar dari ide tersebut.

6. Pelajari Tren Masyarakat Saat Ini

Upaya terakhir yang dapat dilakukan yaitu dengan mempelajari, apa saja tren yang lagi hits di kalangan konsumen. Tren memang dapat menjadi influence bagi masyarakat, untuk berbondong-bondong membeli produk yang terkait.

Tren-tren yang booming, dapat dimanfaatkan untuk menjadi ladang bisnis. Namun sesuai pembahasan ulasan ini, jangan ambil tren tersebut mentah-mentah. Lebih baik, ubah tren menjadi sesuatu yang baru, namun selaras dengan tren tersebut.

Begitulah berbagai prinsip dari bagaimana cara memunculkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Dengan menggunakan contoh-contoh di atas, niscaya ide akan selalu ada untuk memulai usaha kreatif. Selebihnya, tinggal disesuaikan saja.