marketplace untuk jualan ke luar negeri

Ingin melebarkan sayap usaha ke luar negeri? Maka marketplace untuk jualan ke luar negeri dapat menjadi tumpuan selanjutnya.

Tidak hanya sekedar ranah mancanegara, namun platform jualan ini juga mudah untuk didaftarkan dan digunakan. Namun sebelum memilih rekomendasi berikut, ada baiknya penggiat usaha memilih sesuai dengan produk yang dijual.

Hal ini karena ada sebagian marketplace yang memberikan benefit untuk produk atau target tertentu. Berikut untuk rekomendasinya:

1. Etsy

Punya barang antik atau prakarya yang menarik untuk dijual? Maka Etsy dapat menjadi platform yang didedikasikan untuk barang-barang tersebut. Sejak tahun 2005, Etsy telah menjadi pilihan banyak penjual sebagai tempat jualan yang membantu produsen kecil.

Etsy dibuat untuk mengedepankan produsen independen yang baru memulai jualan, atau yang sudah lama jualan. Platform marketplace tersebut juga akan memberikan biaya admin murah, jadi proses pendaftaran dan penggunaannya juga mudah.

2. Amazon

Bagi pengguna internet, rasanya mustahil jika tidak mengenai situs  satu ini. Didirikan oleh salah satu pengusaha terkaya di dunia, Amazon memiliki berbagai divisi, salah satunya marketplace untuk jualan.

Amazon saat ini memiliki ratusan juta pembeli. Dari kepopulerannya saja sudah dapat disimpulkan, bila Amazon merupakan marketplace untuk jualan ke luar negeri yang paling besar.

Namun tidak hanya sekedar besar, Amazon memberikan keunggulan free shipping. Namun free shipping tersebut ada aturannya.

Adapun aturan yang diberlakukan adalah free shipping, hanya didapatkan pada pembelian minimal $25 (sekitar Rp400.000,-). Hal ini akan mendorong pembeli untuk membeli barang dengan harga minimal tersebut sehingga dapat membantu penjual.

3. AliExpress

Beralih ke Tiongkok, ada marketplace untuk jualan ke luar negeri asal Alibaba Group. Meski masih satu grup dengan Alibaba, namun AliExpress bersifat lebih internasional.

Selain itu, AliExpress juga sudah terbuka bagi penjual asal Indonesia. Sama halnya dengan Amazon, AliExpress memiliki ratusan pembeli dengan mayoritas pembeli asal Tiongkok.

Ini dapat menjadi patokan dalam menjual seperti apa yang cocok untuk pasar tersebut. Misalnya, seperti barang dengan harga murah. AliExpress juga memberikan pengawasan ketat saat melakukan shipping ke pembeli.

Nantinya jika barang sudah jatuh ke tangan pembeli, baru uangnya diberikan ke penjual. Baik di mata pembeli dan penjual, AliExpress memang layak diandalkan.

4. Rakuten

Setelah Alibaba asal Tiongkok, rekomendasi marketplace selanjutnya berasal dari Jepang yaitu Rakuten. Platform ini sempat mendadak hits di awal 2010-an, sebelum era e-commerce meledak.

Meski begitu, hingga saat ini Rakuten masih dipakai. Pasalnya, Rakuten menyediakan berbagai promo dan penawaran menarik kepada pembeli, seperti cashback dan one-time bonus.

Untuk penjual, Rakuten dapat membuat penjual menjadi konsultan e-commerce atau private manager.

5. eBay

Berawal dari nama AuctionWeb, eBay merupakan situs lelang yang meliput hingga 100 negara berbeda. Platform marketplace ini cocok digunakan, apabila penjual ingin menjual kembali barang bekas.

Namun perlu diingat, jika kualitas barangnya harus bagus. Barang bekas yang dijual pada eBay umumnya beragam, mulai dari perabotan, barang antik, hingga elektronik.

Karena situs lelang, maka penjual juga dapat menjual secara lelang (competitive auction). Tertarik untuk menggunakan eBay?

6. Depop

Depop menjadi rekomendasi marketplace untuk jualan ke luar negeri yang terakhir pada ulasan ini. Didirikan sejak 2011, Depop merupakan marketplace sosial peer-to-peer, yang sedang menargetkan pasar milenial dan Gen Z.

Pasalnya, Depop memberikan biaya admin hanya sebesar 10% kepada penjual individu. Marketplace asal London tersebut juga menyediakan forum untuk berkomunikasi sesama penjual dan pembeli. Meski kurang terdengar, Depop memang potensial.

Demikian rekomendasi mengenai marketplace untuk jualan ke luar negeri pada ulasan ini. Merupakan hal yang wajar jika ingin melakukan ekspansi usaha ke ranah internasional. Hanya saja, pastikan untuk tetap menjaga kualitas produk yang dijual.