Bahan Baku dan Masalahnya


masnasih.com
– Pengertian Bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Bahan baku yang di olah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, impor atau dari pengolahan sendiri. Bahan baku juga menimbulkan biaya-biaya. Maka dari itu, di artikel ini saya akan berbagi tentang pengertian biaya bahan baku.

Pengertian Biaya Bahan Baku dan Contohnya Serta Metode Pencatatannya

Pengertian Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku dan untuk menempatkan dalam keadaan siap diolah.

Unsur Harga Pokok Bahan Baku yang dibeli :

Teoritis : Terdiri dari Harga faktur pembelian ditambah biaya-biaya pembelian dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan tersebut (Harga faktur, Biaya angkut, biaya pesanan, biaya penyimpanan, pembongkaran dll )


Praktis : Umumnya sebesar harga beli menurut faktur pemasok karena biaya biaya yang lain mungkin biaya akuntansi nya lebih besar dari manfaat ketelitian perhitungan Hp BB

Perlakuan Biaya angkut dalam penentuan harga pokok bahan baku :

Biaya angkut sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang dibeli,

Metode yang dapat digunakan : 


Perbandingan kuantitas tiap jenis Bahan Baku yang di beli. (Kuantitas suatu bahan baku dibandingkan dengan total kuantitas pembelian bersama bahan baku di kalikan dengan biaya angkut pembelian tsb)

Perbandingan Harga faktur tiap jenis Bahan Baku yang di beli. (Harga faktur suatu bahan baku dibandingkan dengan total harga faktur pembelian bersama bahan baku dikalikan dengan biaya angkut pembelian tsb)

Biaya angkut dibebankan pada Bahan Baku yang di beli atas dasar tarif di tentukan di muka. Perusahaan menetapkan tarif tertentu untuk biaya angkut. Biaya angkut diperlakukan Sebagai Unsur BOP. Diperkirakan jumlah biaya angkut selama setahun dan jumlah itu dimasukkan dalam total taksiran BOP dalam mencari tarif BOP 

Metode Pencatatan Biaya Bahan Baku

Metode mutasi persediaan (Perpetual Inventory Method)

  • Setiap mutasi bahan baku dicatat dalam kartu persediaan.
  • Cocok untuk perusahaan yang hpp nya dikumpulkan dengan hp pesanan

Metode persediaan fisik(Physical Inventory Method)

  • Hanya tambahan persediaan bahan baku dari pembelian saja yang dicatat.
  • Cocok di gunakan dalam penentuan hpp dikumpulkan dengan hp proses.

Metode Penentuan Harga Pokok Bahan Baku

Penentuan Harga Pokok Bahan Baku yang dipakai dalam produksi terdiri dari :

Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification Method)
Setiap jenis Bahan yang ada di gudang diberi tanda tentang berapa bahan baku tersebut dibeli. Sehingga dapat diketahui HP bahan baku yang dipakai dengan melihat tanda khusus tersebut.

MPKP (First in, First out, Method/FIFO)
Harga Pokok per satuan bahan baku yang pertama masuk dalam gudang dipakai untuk menentukan harga bahan baku yang pertama kali dipakai.

MTKP (Last in, First out Method/LIFO)
Bahan baku yang terakhir masuk dalam persediaan gudang, dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang pertama kali dipakai.

Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Avarage Method)
Harga pokok rata-rata di hitung dengan cara membagi total harga pokok dengan jumlah satuannya.

Metode Biaya Standar
Harga standar yaitu harga taksiran yang mencerminkan harga yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang.

Masalah-Masalah Khusus yang Berhubungan dengan Bahan Baku

Sisa Bahan (Scrap Materials)

Adalah bahan yang mengalami kerusakan dalam proses pengerjaan

Masalah akuntansinya adalah perlakuan terhadap hasil penjualan sisa bahan:

  1. Hasil Penjualan diperlakukan sebagai pengurang BBB yang dipakai dalam pesanan 
  2. Hasil penjualan sisa bahan diperlakukan sebagai pengurang B overhead Pabrik sesungguhnya 
  3. Hasil penjualan sisa bahan diperlakukan sebagai pendapatan di luar usaha (other income). 

Produk Rusak (Spoiled Goods).

Adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang di tetapkan. Perlakuan akuntansinya tergantung penyebab terjadinya:

  1. Terjadinya karena sulitnya mengerjakan pesanan tertentu atau sebab luar biasa lain diperlakukan sebagai penambah HP produk yang baik, dan jika laku dijual maka hasil penjualan sebagai pengurang HP pesanan tsb. 
  2. Terjadinya karena hal yang normal pada proses produksi, maka kerugiannya dibebankan kepada seluruh produk

Produk Cacad (Defective Goods)

Adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telah ditentukan, tetapi dengan mengeluarkan biaya pekerjaan kembali untuk memperbaikinya, produk tersebut secara ekonomi dapat di pergunakan lagi menjadi produk jadi. Perlakuan akuntansinya mirip dengan produk rusak.

Demikianlah Artikel tentang Pengertian Biaya Bahan Baku Lengkap dengan Contoh dan Metode Pencatatan serta Masalahnya. Semoga Bermanfaat.

Baca Artikel Pendidikan Lainnya.