Sandal Masuk Sungai

masnasih.com – Di suatu malam hari ada tiga orang remaja beranjak dewasa sedang berkomentar ria melalui facebook. Mereka membicarakan tentang foto yang diupload oleh salah satu remaja tersebut sebut saja si jono, sedangkan dua remaja lainnya yang berkomentar adalah si prikitiw dan si djoko

Si jono mengupload foto tujuannya untuk personal branding, namun momen ini digunakan oleh si djoko untuk mencomblangkan si prikitiw dengan si jono. Alhasil si prikitiw agak geram dengan si djoko dan si prikitiw berkomentar, “jon ini si djoko udah bikin ulah gini enaknya diapain?

Si jono berpikir, dalam hatinya membatin, apa ya kira-kira enaknya biar si prikitiw puas dengan jawabanku?

Di sela-sela jono berpikir, prikitiw dan djoko saling berkomentar. Si joko ngeledek Si Prikitiw dan Si Prikitiw tidak terima. Akhirnya jono menemukan ide yang tepat untuk menjawab pertanyaan Si Prikitiw dan jawabannya ini tidak menyinggung Si Djoko.

Si Jono berkomentar, “Enaknya diculik aja dan dilempar ke sungai. Sandalnya.” Si jono tertawa.

Melihat jawaban seperti itu Si Djoko merasa menang, dalam hatinya dia tertawa, “haha…sukurin..Pasti aku kan yang dibelain Si Jono.” Si Djoko benar-benar merasa puas dengan Si Jono, Dia tertawa penuh kemenangan sampai orang sekitarnya melihat Si Djoko terheran-heran melihat Si Djoko tertawa sendiri sambil menatap hp.

Namun bagi Si Prikitiw, ini adalah kekalahan yang sangat tidak memihak kepadanya, dia tidak terima dengan jawaban Si Jono dan berkomentar, “Lha kok sandalnya doang, orangnya sekalian aja biar tau rasa dia”. Celetuk Si Prikitiw.

Si Djoko masih merasa penuh dengan kemenangan. Dia berkomentar dengan emoticon mengejek. Si Jono menanggapi saran dari Si Prikitiw, “Kamu tau nggak? Kenapa aku bilang lempar ke sungai sandalnya?

“Nggak, emang kenapa sih?” Si Prikitiw penasaran. Si Djoko menunggu-nunggu masih merasa penuh kemenangan.

Si Jono melanjutkan komentarnya. “Kenapa hanya sandalnya saja? Karena kita nggak perlu mengangkat Si Djoko dengan susah payah. Tinggal sandalnya aja kita ambil dan lempar ke sungai, pasti dia nyebur sendiri tuh tanpa kita paksa.” Si Jono menutup komentarnya dengan emoticon tertawa.

Si Prikitiw pun tertawa terbahak-bahak penuh dengan kemenangan sampai adiknya yang berumur satu tahun yang berada di sebelahnya melihat Si Prikitiw dengan penuh tanda tanya, dalam hatinya “lhoh.. ini kakak lagi kesambet setan mana ya kok tadi cembelut, sekalang ketawa gaje gak jelas banget. Dasal kakak edann..”

Di sisi lain Si Djoko belum mudeng dengan maksud komentar Si Jono, Si Joko Ini orangnya agak lola. Dia membaca komentar itu berulang-ulang. Dan mencoba memahami komentar Si Jono, “Sandalnya di lempar, orangnya nyebur sendiri. Saan..dal..nya.. di..lem..paaarr.. ooo.ra..ngnya.. nyee..buur…

Dalam hati Si Djoko “As…..!!” Dia sangat geram penuh dengan kekalahan. Sampai orang-orang sekitarnya meninggalkan Si Djoko dengan mengangkat tangan dan memiringkan jari 45 derajat di depan dahi..